Pendahuluan
Seiring meningkatnya kebutuhan energi bersih dan terbarukan, penggunaan panel surya atau Photovoltaic (PV) module di Indonesia terus berkembang. Panel surya menjadi solusi ramah lingkungan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Namun, untuk menjamin kualitas, keamanan, dan kinerja produk, pemerintah Indonesia mewajibkan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) pada modul panel surya.Sejalan juga dengan program Presiden Prabowo Subianto untuk memacu percepatan program Energi Surya Nasional dengan target membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 Gigawatt (GW) dalam 2-3 tahun ke depan (paling lambat 2029). Fokus utamanya adalah akselerasi transisi energi, swasembada energi, dan pengurangan pembangkit diesel.
Apa Itu Sertifikasi SNI?
Sertifikasi SNI adalah proses pemberian tanda kesesuaian terhadap suatu produk yang telah memenuhi standar nasional yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Badan Standardisasi Nasional (BSN). Sertifikasi ini bertujuan untuk memastikan bahwa produk yang beredar di pasar memiliki mutu yang baik, aman digunakan, dan sesuai dengan ketentuan teknis.
Sertifikasi SNI pada modul panel surya memiliki beberapa tujuan utama, antara lain:
* Menjamin kualitas dan performa panel surya
* Melindungi konsumen dari produk berkualitas rendah
* Meningkatkan daya saing produk di pasar domestik dan internasional
* Mendukung program energi terbarukan nasional
Dengan adanya sertifikasi ini, konsumen dapat lebih percaya terhadap produk panel surya yang digunakan, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri.
Standar SNI untuk Modul Panel Surya Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM nomor 2 tahun 2021, Modul PV yang beredar di Indonesia harus memenuhi standar yang mengacu pada SNI:
* SNI IEC 61215-1:2016
* SNI IEC 61215-2:2016
* SNI IEC 61215-1-1:2016
Proses Sertifikasi SNI Modul PVProses sertifikasi SNI melibatkan beberapa tahapan penting, yaitu:
• Pengajuan Permohonan
Produsen atau importir mengajukan permohonan ke Lembaga Sertifikasi Produk (LSPro).
• Pengujian Produk
Sampel modul PV diuji di laboratorium yang telah terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).
• Audit Pabrik
Dilakukan evaluasi terhadap sistem manajemen mutu di fasilitas produksi.
• Evaluasi dan Keputusan Sertifikasi
Hasil pengujian dan audit dievaluasi untuk menentukan kelayakan sertifikasi.
• Penerbitan SPPT SNI
Jika memenuhi persyaratan, akan diterbitkan Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI).
Dampak Positif Sertifikasi SNI
Penerapan SNI memberikan dampak positif bagi berbagai pihak:
* Konsumen: Mendapatkan produk yang aman dan berkualitas
* Produsen: Meningkatkan kepercayaan pasar
* Pemerintah: Mendukung target bauran energi nasional
Tantangan saat ini dalam proses sertifikasi SNI Modul PV adalah terbatasnya jumlah Laboratorium yang terakreditasi KAN dan ditunjuk kementerian ESDM, mengakibatkan proses pengujian dan sertifikasi berlangsung cukup lama. Bahkan saat ini terjadi antrian pengujian bisa mencapai satu tahun atau lebih. Selain waktu pengujian, biaya pengujian juga cukup mahal.Kami berusaha untuk memberikan solusi atas tantangan diatas dengan memberikan pendampingan proses sertifikasi dari tahap permohonan sampai terbit sertifikat SNI dengan lebih efektif dan efisien.

Tinggalkan Balasan